Eks Kombatan Batee Iliek Sorot Kenerja Bupati

oleh -105 views

Bireuen- M.Yusuf alias Tokee Arang salah satu mantan Pentolan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Daerah II Wilayah Batee Iliek Kabupaten Bireuen, menyorot kinerja Pemerintah Bireuen yang selama kepemimpinan Bupati tunggal tanpa ada Wakil Bupati mendampinginya, dibawah kendali seorang diri Bupati Dr H. Muzakkar A.Gani SH, M.Si.

Kepada awak media ini (Sabtu, 2-1/2020). M.Yusuf alias Toke Arang menilai kinerja Bupati Bireuen banyak program pembangunan dalam APBK Bireuen yang tidak berpihak terhadap pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat korban konflik dan kalangan eks combatan GAM, pasca Aceh Damai Mou Helsingki GAM-RI dalam mendukung proses Reintergrasi kalangan eks Militer GAM ketengah masyarakat, masih jauh dari perhatian dan sangat minim perhatian tanggungjawab pemerintah daerah Bireuen dalam pengalokasian dana di Nonklematur APBK Bireuen setiap Tahun Anggaran berjalan”.Terangnya Pentolan GAM ini

Kami dari kalangan eks militer GAM meminta Pemda Bireuen dibawah kepemimpinan Dr H.Muzakkar A.Gani SH, M.Si untuk membuat program kesejahteraan pembangunan ekonomi bagi kalangan masyarakat lemah dan mantan combatan GAM. Selama ini kita lihat mereka pemerintah seperti sudah melupakan kami yang hidup bersama masyarakat fakir-miskin tidak dipenuhi lagi hak hak kesejahteraan ekonomi masyarakat sebagai tanggungjawab Pemda Bireuen”, ujarnya Toke Arang

Apalagi selama kami para eks combatan GAM Daerah II Wilayah Batee Iliek, selama ini ekonomi sangat sekarat dan sulit yang hidup ditengah masyarakat pelosok pendalaman yang dulu saat masa perjuangan GAM dulu dengan senjata, tentu kami mendapat dukungan masyarakat dengan diantar nasi dan makanan kepada kami yang hidup ditengah hutan belantara Bireuen, tapi hari ini saat Aceh damai mereka pejabat yang telah dipilihkan oleh rakyak saat pemilu dan Pilkada di Aceh dalam mengelola sistem penyelenggaran pemeritahan, tidak lagi memikirkan nasib kesejahteraan masyarakar fakir miskin dan nasib penderitaan ekonomi untuk kalangan para kombatan GAM di kabupaten Bireuen khususnya dan Aceh pada umumnya”, tegasnya Toke Arang combatan GAM asal Jeumpa Bireuen

Seharusnya Pemda Bireuen harus membuka pintu hati terhadap nilai kemanusian dan jiwa sosial serta tanggungjawab moralnya untuk membuat program terobosan pengentasan kemiskinan, pengangguran dan penciptaan lapangan kerja, sehingga dengan adanya perputaran ekonomi ditengah masyarakat tentu bisa menggerakan laju pertumbuhan ekonomi masyarakat dan minat beli ditengah masyarakat bawah di dipelosok pendalaman Bireuen”, sebutnya M Yusuf Alias Toke Arang Eks Sayab Militer GAM Daerah II Batee Iliek ini

Selain itu Toke Arang juga menyebutkan Pemda Bireuen dalam setiap pembahasan APBK, bisa selektif dan sinergisitas dengan DPRK Bireuen untuk bisa lebih pro aktif pengalokasian anggaran untuk ekonomi rakyat dalam mendorong aspek pemerataan pembangunan ekonomi masyarakat fakir-miskin dan juga untuk kalangan eks combatan GAM tanpa ada lapangan kerja di Bireuen sangat Diskriminatif.

Tidak cuma Pemerintah berpaku dan fokus terhadap pembangunan fisik semata, meskipun kualitas pembangunan proyeknya banyak bermasalah akibat tidak berkualitas sering menjadi pembicaraan ditengah masyarakat siapa rekanan melakukannya”, katanya Toke Arang

Padahal dengan diberikan program pelatihan ekonomi untuk masyarakat melalui pemberdayaan, wirausaha atau UMKM, Bantuan Sosial untuk Fakir-Miskin tersebut dalam UUD 1945 dan Pembangunan Ekonomi Parawisata Syariah serta pembangunan pemerataan ekonomi sesuai Sila ke V “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. pungkasnya Toke Arang eks combatam GAM( Iqbal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *