‘Bau Amis’ Dugaan Korupsi Dana Desa Blang Paku Tercium, Masyarakat Minta Polisi Usut Tuntas

oleh -269 views

ACEH UTARA– Pengelolaan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2020 berjumlah 709.720.000-,(Tujuh Ratus Sembilan Juta Tujuh Ratus Dua Puluh Ribu Rupiah) di desa Blang Paku Kecamatan Paya Bakong Aceh Utara diduga sarat penyimpangan.

Akibat hal tetsebut sejumlah sarana pembangunan tahun 2020 untuk gampong blang paku paya bakong aceh utara jadi terkendala.

Hal itu diutarakan oleh warga desa setempat yang tidak mau disebutkan nama nya kepada wartawan media ini, Rabu, 06/01/2021.

Kata dia,pengelolaan anggaran DD tahun 2020 di desa Blang Paku paya bakong di temukan sejumlah kejanggalan dalam data tertulis jumlah Anggaran Belanja Gampong(APBG) tahun 2020 lalu tidak sesuai seperti yang diharapkan.

Dana Desa sebesar itu diperuntukan untuk sejumlah pembamgunan desa tahun 2020 salah satu, ada indikasi dugaan korupsi yaitu, pembayaran pajak sebesar 42.000.000-,Rupiah untuk pajak 3 unit rumah duafa tidak dapat diperjelas, dilengkapi bukti yang sah dari kantor pajak, dan sejumlah alokasi anggaran lain nya tidak terealisasi dengan baik.

“Kami sudah berapa kali meminta untuk kejelasan sama mantan Pj keuchik 2020 dan perangkat desa untuk dapat diperjelas dalam rapat pertanggung jawaban musyawarah bersama, tapi tidak pernah ada penyelesaian nya dan berbelit belit”Jelas nya.

Pemeriksaan terhadap Mantan Pj Keuchik dan perangkat yang terlibat perlu dilakukan, oleh pihak kepolisian dan Inspektorat,Ungkap nya.

“Kita minta kepolisian dan Inspektorat perlu dilakukan pemeriksaan dalam hal ini segera supaya semua masyarakat tidak ada selisih paham kedepan nya”

Selain dugaan penyelewengan anggaran desa bermasalah,hasil pantauan wartawan media ini dilapangam juga terlihat pembangunan Rumah duafa belum siap dikerjakan dari anggaran 2020 belum seratus persen rampung.

Maimunah, masyarakat penerima Bantuan Rumah duafa Gampong tersebut saat dijumpai menuturkan,untuk melanjutkan perbaikan rumah itu,ia harus keluarkan biaya sendiri untuk membeli Semen dan material lain nya untuk tempat tinggal nya,Jelas nya.

“Saya buat terus dengan modal sendiri dikit dikit karna menunggu dari pihak Tpk cukup lama,jadi kalau nanti sudaj cair anggaran nya diganti”. kata nya

Hal yang sama juga di utarakan Nurhayati, saat ini bangunan rumah bantuan untuk diri nya belum siap dikerjakan,dari lantai, dinding, dan Mck belum siap di kerjakan baru Lima puluh persen jadi nya,jelas nya.
“saya tidak tau pasti kenapa tidak dilanjutkan pembangunan rumah saya ini, itu langsung tanyakan saja ke TPK disini”tutup nya.

Sementara itu, mantan Pj geuchik Gampong Blang Paku Efridawati Simbolon SE saat dihubungi wartawan media ini Via nomor WhatsAp nya,untuk konfirmasi tentang hal teresebut, yang bersangkutan tidak membalas nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *