Mataaaceh.com > Aceh > Marah Karna Ditegur, Pemuda Meurah Mulia Pukul Polisi Hingga Tak Berdaya
Aceh

Marah Karna Ditegur, Pemuda Meurah Mulia Pukul Polisi Hingga Tak Berdaya

Lhokseumawe | Tim Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lhokseumawe berhasil mengamankan ZF (29) warga Kecamatan Meurah Mulia pelaku perampasan serta penganiayaan terhadap anggota polisi.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto, S.IK MH, didampingi Kapolsek Meurah Mulia, mengatakan, perampasan dan penganiayaan dilakukan pelaku terhadap anggota polisi itu terjadi pada hari Sabtu (09/01/2021) sekira pukul 22.30 WIB.

Korban sedang melaksanakan tugas
Kemudian, mendapatkan telepon dari Keuchik Gampong Geulumpang, dengan meminta bantuan untuk manegur anak-anak serta remaja yang masih bermain Wifi sampai larut malam, sebagaimana sesuai Qanun Gampong yang berlaku.

Lanjutnya kapolres Lhokseumawe, “Setelah musyawarah dengan perangkat desa, setiba di warung hendak mau melakukan pembubaran, tiba-tiba dari belakang warung datang tersangka sambil memegang sebilah pedang sambil mengejar semua orang yang berada di tempat tersebut dan juga mengejar korban yang memakai seragam lengkap Polri sehingga terjatuh dan tersangka langsung memukul korban dengan pedang hingga tak berdaya dan tersangka juga mengambil handfhone Milik korban dan mengancam akan membunuh korban,” jelasnya

Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami luka memar di beberapa bagian tubuh antara lain paha sebelah kiri terkilir, pinggang terasa sakit.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan ditemukan bukti yang sudah disita yakni sebilah pedang samurai dan satu unit HP android merek Vivo 1901 warna biru.

Hasil pemeriksaan awal, tersangka mengaku melakukan perampasan HP milik korban dan juga melakukan penganiayaan terhadap korban dengan menggunakan sebilah pedang samurai miliknya.Dengan alasan tmarah kepada korban karena melarangnya untuk bermain WiFi.

Selanjutnya tersangka setelah dilakukan penangkapan dibawa kepolres Lhokseumawe untuk proses lebih lanjut.

Dan barang bukti yang diamankan, Satu buah pedang samurai, dan satu unit Handfone Android merkj VIVO 1901 warna biru.

Akibat perbuatanya, Dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara, dan atas kepemilikan senjata tajam dijerat Undang-undang no 12 thn 1951, pasal 351 KUHP pidana,” ucap Kapolres, (Red).

TAGS Aceh

BERITA TERBARU

TERPOPULER

Send this to a friend