Mataaaceh.com > Aceh > Qanun Bank Lhokseumawe Syariah Tidak Masuk Prolekda, DPRK Lhokseumawe Tidak Pro Kemajuan Ekonomi.
Aceh

Qanun Bank Lhokseumawe Syariah Tidak Masuk Prolekda, DPRK Lhokseumawe Tidak Pro Kemajuan Ekonomi.

Mata Aceh – Tokoh Pemuda kota Lhokseumawe, Teuku Fazil Mutasar, MAP. Menyesalkan Tidak Masuknya Qanun Bank Lhokseumawe Syariah Dalam Prolekda untuk dibahas DPRK Lhokseumawe tahun 2021. Lhokseumawe, Kamis. (28/01/2021)

Dengan Masuknya Qanun ini dalam Prolekda untuk dibahas Oleh DPRK Lhokseumawe tentunya dapat melahirkan Bank Lhoseumawe syariah Pemerintah Kota (Pemkot) Lhokseumawe Miliki.

“padahal dengan lahirnya Bank Lhokseumawe Syariah kita dapat membantu Peningkatan ekonomi Masyarakat Kecil & menengah melalui program bantuan modal usaha kepada Petani, Nelayan, Pedagang Kecil & Pelaku UMKM (industri Rumahan) sehingga masyarakat tidak perlu lagi meminjam uang kepada rentenir.” kata Teuku Fazil

“Terlebih lagi saya berbicara keterwakilan Pemuda, banyak di lhokseumawe pemuda/i kreatif yang berwirausaha tetapi akses permodalan sangat minim”

“Kalau ada bank milik kita sendiri tentu lebih leluasa dalam membuat mekanisme sendiri tanpa harus terikat dengan mekanisme bank milik BUMN atau BUMD lain yang bunga nya sangat mencekik rakyat, sehingga tujuan agar mendongkrak ekonomi rakyat kecil tercapai.” pungkasnya

Sambungnya, “padahal kita telah mengetahui bahwa pemerintah memberikan modal usaha dalam bentuk Uang sekarang sudah dilarang, tetapi kalau dengan Perbankan itu bisa. apalagi kalau perbankannya milik pemerintah sendiri pasti lebih efisien dan efektif dengan memangkas birokrasi yang ada.”

“semua yang berkaitan antara pemerintah kota lhokseumawe dengan perbankan bisa dialihkan ke Bank milik lhokseumawe sendiri.” ujar Teuku Fazil

Beberapa Prosedur Telah dilalui seperti Tahap Awal yaitu Dengar Pendapat Rancangan Qanun tersebut Pihak Pemkot juga meminta Saran dari instansi OJK Aceh & Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe dan Kedua Lembaga Keuangan tersebut Memberi Rekomendasi Positif terhadap Rancangan Qanun tersebut.

“Saya juga tidak tau kenapa Qanun Bank Lhokseumawe Syariah tidak masuk dalam Prolekda untuk dibahas. Apakah DPRK lhokseumawe tidak sepakat untuk memajukan perekonomian atau ada faktor lain atau tidak paham?.”

“Alangkah baiknya, Rancangan Qanun ini di masukkan dulu di Prolekda Sehingga ada “Ruang” Untuk Berdialektika Apa Manfaat Dan Kerugian Jika Qanun tersebut di Sah kan?.” tutup Teuku Fazil

TAGS Aceh

BERITA TERBARU

TERPOPULER

Send this to a friend