Carut Marut Kasus Dugaan Pelecehan Oknum Yayasan Terhadap Mahasiswi, Diduga Ada Tawar Menawar

oleh -203 views

Lhokseumawe| Masih ingat mahasiswi yang melaporkan salah satu Oknum ketua yayasan, atas kasus dugaan pelecehan seksual terhadap mahasiswi ke Polres Lhokseumawe beberapa waktu lalu?

Korban melaporkan kasus tersebut ke polres Lhokseumawe yang didampingi oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Trisila dan diterima petugas SPKT Polres Lhokseumawe dengan nomor: STTLP/382/XI/2020 pada 4 Novenber 2020 Lalu.

Kasus itu sempat menghebohkan masyarakat Kota Lhokseumawe, di saat tunangan korban ceritakan apa yang sudah terjadi terhadap kekasihnya ke salah satu anggota DPRK Kota Lhokseumawe hingga kasus tersebut meledak di media sosial.

Menurut isu yang berkembang kasus tersebut mengalami carut marut, pasalnya sebelum dilaporkan kasus tersebut diduga di terpa isu tak sedap, yaitu diduga terjadi tawar menawar antara oknum DPRK Lhokseumawe dan pihak Yayasan telapor.

Bukan disitu saja carut marut kasus itu diduga pihak yayasan kirim kan surat teguran ke salah satu anggota DPRK beserta media yang memberitakan kasus tersebut sehingga di limpahkan ke dewan pers.

Begitu juga yang di alami Satpol PP kota Lhokseumawe juga ikut di laporkan ke makamah Syariah terkait masalalu mahasiswi dalam kasus dugaan klawat dengan tunangannya.

Terkait isu dugaan tawar menawar, Ketua DPRK Kota Lhokseumawe, Ismail mengatakan melalui WhatsApp Kamis,(11/02/21), jika benar isu tersebut benar terjadi maka saran dari saya laporkan ke Polres, dan ketua DPRK juga menyarankan kepada media ini untuk coba mempastikan lagi apa betul isu itu. Ungkapnya Ketua DPRK Lhokseumawe.

Terpisah, Saat media ini konfirmasi dengan pihak Satpol PP, Kasat H. Zulkifli S.Ag M.Pd melalui M. Yusuf S.E di Kantor Satpol PP Lhokseumawe, pada Rabu (20/1/21) Lalu.

“ia kami telah dilaporkan oleh pihak stikes Lhokseumawe ke Makamah Syariah dan pihak kami sudah menjalankan dua kali panggilan”,Katanya

M. Yusuf juga menambahkan kasus ini sudah lama, sudah menjalan 4 bulan dan saat itu kami sudah membuktikan bahwa korban ini tidak terbukti bersalah atau melakukan hal terlarang, dan pihak Kami sudah limpahkan ini ke pihak Gampong bahwa ini tidak terbukti bersalah, dan sudah diselesaikan dengan sesuai Adat di Gampong. ucapnya.

Terkait mengenai isu suap “Sumpah demi Allah kami tidak pernah menerima suap dalam kasus tersebut” kami bebaskan tersangka karena dia tidak terbukti sebagai tersangka. ungkap Yusuf.

Sehingga berita ini masuk kemeja redaksi pihak yayasan belum memberi tanggapan terkait hal tersebut.(18/2/2021).Kamis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *