Nagan Raya. Mata Aceh com -Tim Lipsus Aceh Berdasarkan laporan dari masyarakat saat ditemui awak media mempertanyakan Lokasi Transmigrasi di Nagan Raya . Diduga Oknum aparatur Gampong Blang lango kecamatan Seunagan Timur kabupaten Nagan Raya serobot lahan transmigrasi UPT ketubong tunong Gampong Blang lango kecamatan Seunagan Timur untuk diperjual belikan.
Menurut pengakuan salah satu narasumber bahwa tanah- tanah kosong dan rumah transmigrasi tersebut dibeli dari Oknum aparatur Gampong Blang Lango bahkan oknum tersebut menyampaikan kepada pembeli jika ada masalah terkait tanah tersebut saya bertanggung jawab.”pungkasnya”
Ironisnya tanah adat yang dijual tersebut sebagai penjualnya adalah Oknum aparatur Gampong blang lango dan di tanda tangani stempel Keuchik dan tuha Peut dibandrol seharga 15 juta/hektar
Diharapkan kepada Pihak APH harus mengusut tuntas mafia tanah dan penyalahgunaan kekuasaan yang ada di Gampong Blang Lango Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya.
Pidana bagi keuchik Gampong yang menjual tanah desa tanpa prosedur yang benar dapat berupa jerat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), seperti penyalahgunaan wewenang, memperkaya diri sendiri atau orang lain, dan merugikan keuangan negara, sesuai UU 31/1999 juncto UU 20/2001, serta dapat terjerat pidana terkait penyerobotan tanah, dengan ancaman penjara dan denda, serta kewajiban mengembalikan kerugian negara, seperti kasus di Bogor dan Lebak yang menahan Kades dan mantan Kades karena menerima gratifikasi dan menjual aset desa secara ilegal.
Pada waktu terpisah TIM LIPSUS meminta konfimasi kepada Keuchik Gampong Lango via whatshapp tidak ada balasan setelah beberapa jam kemudian Keuchik blang lango Jauhari menelpon awak media mengatakan bahwa permberitaan itu tidak benar, selang beberapa jam juga ada yang menghubungi media atas nama abu nagan mengatakan bahwa benar ada jual beli tanah tersebut akan tetapi uangnya semua di serahkan ke Badan usaha milik Desa (BUMG) selain mereka ada salah orang mengaku salah satu aparatur Desa blang lango bernama romi mengajak untuk bertemu awak media, untuk menyelesaikan semuanya awak media butuhkan ada pada kami. “Pungkasnya”





