Banjir Aceh Utara, Tokoh Aceh Utara : Penegak Hukum harus Serius Menjaga Kelestarian Alam

Oleh

Oleh

Mataaceh.com |Aceh Utara – Akibat hujan lebat di pedalaman Aceh Utara dan Bener Meriah sejak beberapa hari yang lalu, menyebabkan sungai Krueng Pase, Krueng Kertoe meluap, Jumat (1/10/21). Akibat luapan tersebut tanggul pengendalian sungai patah dan rusak parah di Kecamatan Samudera, Lhokseumawe, Aceh Utara.

Kabag Humas Pemerintah Aceh Utara Hamdani membenarkan atas kejadian tersebut. Penyebab utama terjadinya banjir adalah curah hujan yang tinggi, sehingga beberapa sungai meluap, kondisi ini terjadi setiap tahun di musim penghujan. “Selama ini di pedalaman Aceh Utara, sangat ketat dilakukan pemantauan dan pengawasan oleh Penegak Hukum agar tidak terjadi pembalakan liar, Polhut Aceh Utara juga telah bekerja maksimal dalam mengemban amanah penyelamatan Hutan,” kata Kabag Humas.

Terpisah, Tokoh Aceh utara T. Hasansyah yang merupakan Dosen Jamiatutarbiyah Lhoksukon, mengatakan, Aceh Utara dikenal dengan daerah dataran rendah, di setiap penghujung tahun selalu saja menerima kiriman air yang berpotensi banjir di 22 Kecamatan, solusi terbebas dari banjir merupakan harapan seluruh masyarakat kita. “Hal itu bisa dilakukan dengan mendukung pembangunan Waduk Krueng Kertoe, menjaga hutan, dan Aparat Penegak Hukum harus benar-benar menjalankan tugas mulia ini,” ujar Hamdani.

T. Hasansyah juga menyampaikan bahwa “Pemerintah Aceh juga harus peduli terhadap kawasan hutan di hulu yg sudah rusak, kenapa harus menjadi tanggung jawab Pemerintah Aceh?, karena kewenangan pengawasan dan pengelolaan hutan sudah menjadi kewenangan provinsi.” (Edi/NJK)

Aceh UtaraBanjir

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

ARTIKEL TERPOPULER
1
2
3
4
5
Opini Text