mataaceh-backup.com – Warga Desa Krung Itam Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya mengeluhkan pungutan biaya pengurusan sertifikat Program Nasional Agraria (Prona), Miris praktek pungli (Pengutipan Liar) itu dilakukan langsung oleh Kasi Pemerintahan Desa setempat.
Susanto memprotes praktek pungli di Prona saat ditemui oleh pewarta mataaceh-backup.com pada Rabu 1 Februari 2023 mengatakan, Seharusnya pengurusan sertifikat tanah melalui prona itu gratis, malah di Desa tersebut dibebankan biaya sebesar Rp.450.000 per sertifikat.
Masyarakat sempat mempertanyakan pungutan tersebut kepada perangkat desa, namun perangkat desa beralasan bahwa biaya tersebut untuk uang jerih payah aparatur desa, kilahnya. seperti yang tertulis di kwetansi
“Kami merasa bertanya tanya pengukuran dan biaya turun lapangan, untuk pengukuran tanah untuk buat sertifikat (Prona) Padahal untuk petugas juga sudah dibiayai oleh negara melalui BPN yang menyelenggarakan program Prona tersebut”
Untuk kita ketahui, jumlah sertifikat di Gampong Krung Itam yang diajukan adalah mencapai 61 lembar sertifikat/KK. yang artinya, angka total dari kutipan ini sangat besar dan berpotensi melibatkan sejumlah pihak yang ikut menikmati dana tersebut.
“Kami meminta BPN turun tangan, sehingga masyarakat tidak dibodoh bodohi oleh perangkat desa atau memang ini kutipan yang bermain dibelakang layar supaya jangan terpantau oleh orang banyak” pungkasnya.
Kasi pemerintahan Gampong krung itam, Joko triono yang dikonfirmasi mataaceh-backup.com, mengaku pengutipan biaya tersebut bukan inisiatif BPN, melainkan berdasarkan kesepakatan dalam musyawarah, untuk uang jerih payah aparatur petugas di lapangan.
“Ini inisiatif masyarakat sebagai uang minum untuk petugas pengukuran dari BPN Nagan Raya, cuma Rp 450.000/ kk, itu bersifat suka rela dan tidak diwajibkan”, kata joko triono.
Kepala Dinas pertahan (BPN) Nagan Raya (Any Setiawati) saat dihubungi melalui telpon genggap tidak menggubris dan melalui whatshAApnya tidak memberikan tanggapan Sampai berita ini ditayangkan.
Pewarta : Sarwadi
Berita Lainnya
Semua BeritaIkuti Kami
Berita Terkini
Indeks Berita
Nagan Raya, Qutdoor learning SMK negeri 1 kabupaten Nagan Raya belajar di alam lebih bermakna
Aceh Nagan raya| mataaceh.com SMK Negeri 1 Nagan Raya resmi meluncurkan fasilitas Outdoor Learning atau ruang belajar terbuka sebagai upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang…
negara tuli dan mandul atas pelecehan seksual terhadap penyandang disabilitas di kabupaten Bireuen
BIREUEN — Perilaku biadab mencoreng wajah penegakan hukum di Kabupaten Bireuen, Aceh. Bunga (nama samaran, 27 tahun), seorang perempuan penyandang disabilitas warga Kecamatan Samalanga,…
Bos Buku dan Buku BOS: LANA Kantongi Dugaan Cashback, Penerbit dan Jejak Pertemuan Orang Dekat Bupati Aceh Barat
ACEH BARAT — Pengadaan buku yang menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Kabupaten Aceh Barat mulai membuka cerita di balik meja. Lembaga Aspirasi…
SILATURAHMI MAULID MENYATUKAN HATI SELURUH PEUDADA
Pengurus Majelis Peudada Meusaboh Hate Hadiri Peringatan Maulid di Dua Masjid, Eratkan Persatuan & Ukhuwah PEUDADA — Dalam semangat kasih sayang dan persaudaraan yang…
Pemerhati Publik: *Minta Dugaan Penyimpangan Anggaran Operasional Dishub Bireuen, Perlu Diaudit Transparan
BIREUEN —mataaceh.com| Pemerhati Kebijakan Publik, M. Iqbal, S.Sos., meminta adanya pemeriksaan dan audit secara transparan serta objektif terhadap informasi mengenai dugaan penyimpangan anggaran operasional…






