Mataaaceh.com > Aceh > Milenial Membangun Negeri
Aceh

Milenial Membangun Negeri

Mataaceh.com, Opini| Milenial merupakan sebutan bagi generasi yang menurut para ahli lahir pada rentang waktu awal tahun 1980-an hingga awal 2000-an. Generasi yang umumnya adalah anak-anak dari generasi Baby Boomers dan Gen-X ini terkadang disebut sebagai “Echo Boomers” karena ad4anya ‘booming’ (peningkatan besar), tingkat kelahiran pada tahun 1980-an dan 1990-an.


Generasi milenial sangat dekat dan akrab dengan penggunaan teknologi , komunikasi dan segala jenis dunia digital. Tak ayal menjadikan generasi ini sebagai kelompok yang suitable untuk menghadapi tantangan globalisasi era industri 4.0.
Melalui generasi milenial, diyakini dapat mendorong terjadinya transformasi negeri ke arah yang lebih baik dengan ide-ide segar, pemikiran kreatif dan inovatif. Dengan segala kualitas dan kuantitas yang mengagumkan, kiprah aktif generasi ini menjadi sangat penting bagi bangsa dan negara.

Terlebih, generasi ini dijuluki sebagai Agent of Change atau agen perubahan Bangsa yang memperkuat eksistensinya.
Di era teknologi saat ini, generasi milenial memiliki Tiga peran penting dalam upaya memajukan bangsa, yang pertama yakni generasi milenial sebagai “cyber army” dalam menyebarluaskan gagasan-gagasan nasionalisme Indonesia, serta memerangi penyebaran berita hoaks serta ujaran kebencian (SARA) di media sosial yang mengancam integritas dan kondusifitas Negeri.

Kedua, sebagai bagian dari “warga sosial”, generasi ini dapat berkiprah menjadi kelompok yang menginisiasi kegiatan-kegiatan yang menumbuhkan kesadaran nasionalisme dan integritas NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Ketiga, generasi ini merupakan kelompok sosial yang relatif terdidik, yang diharapkan dapat turut berkontribusi menggapai cita-cita bangsa yakni mencerdaskan bangsa, dengan mencurahkan seluruh tenaga dan pengetahuannya kepada dunia pendidikan Indonesia.

Rizky Prajaya, Salah satu Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Dari Rumah (DR) Berbasis Media Sosial, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa mengemukakan, “generasi milenial sebagai generasi yang lebih dinamis. Cara berpikir dan mencari solusi sangat berbeda dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Kedinamisan mereka dalam berpikir ini jugalah yang akan membentuk mereka untuk bersikap adaptif, kritis, observatif, luwes dan visioner untuk bertahan dalam konteks persaingan global. Karya dan Ide kreatif mereka lah yang kemudian dapat menjadi aset bagi negeri untuk menyongsong kemajuan Bangsa ini”.
Generasi yang kelak akan mendapatkan giliran memimpin negeri ini merupakan generasi yang pada saat ini telah bersumbangsih terhadap Negeri melalui prestasi-prestasi yang membanggakan dari berbagai sektor seperti seni, olahraga, pendidikan , teknologi, bahkan politik dan sektor penting lainnya.

Generasi ini juga merambah ke kancah politik negeri dan memberikan angin segar bagi dunia perpolitikan Indonesia. Tercatat pada kepemimpinan Presiden Jokowi periode 2019-2024, dari total 575 anggota DPR Periode 2019-2024, terdapat sekitar 52 orang anggota legislatif yang berasal dari generasi muda dibawah usia 40 tahun. Hingga terdapat Hillary Brigitta (23), yang dinobatkan sebagai anggota legislatif termuda.

Posisi generasi milenial di kancah politik nasional mulai diperhitungkan. Terbukti dengan cukup tingginya partisipasi generasi ini pada pesta demokrasi pemilu 2019 lalu. Sekitar 80 juta dari 185 juta pemiloh atau dengan persentase 35-40% merupakan generasi milenial. Hal ini sebagai bentuk manifestasi dari generasi milenial itu sendiri dalam ikut serta membangun Negeri sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.
Terkait dengan hal lain, generasi yang erat kaitannya dengan dunia digital ini memanfaatkan platform-platform seperti Instagram, Youtube, Facebook, Twitter, dan lainnya untuk menyalurkan kreatifitas mereka. Banyak sekali konten yang dibuat dan menginspirasi mulai dari konten bisnis, pendidikan, keagamaan, hingga social lifestyle. Selain hanya memanfaatkan nya, banyak generasi milenial yang turut serta menciptakan program software yang berguna bagi kelangsungan hidup.

Hal lainnya yang menjadi manifestasi generasi ini membangun negeri adalah dengan keantusiasan mereka di dunia bisnis. Begitu banyak generasi milenial yang menginisiasi pembuatan usaha dan industri kreatif seperti bisnis-bisnis start up yang kini kian digandrungi oleh mereka sebagai ladang menyalurkan kreatifitas, hobi hingga sumber pundi-pundi penghasilan.

“Generasi milenial sebagai sebagai penduduk terbesar secara demografi akan menentukan arah dan roda pembangunan. Keterwakilan generasi milenial baik di legislatif dan eksekutif diharapkan mampu mewakili pikiran dan ide-ide generasinya yang dapat melahirkan pemikiran dan kebijakan untuk meningkatkan dan menciptakan generasi muda berkualitas dan berkarakter, demi terciptanya penerus bangsa untuk Indonesia maju yaitu pemuda yang memiliki karakter, kapasitas, kredibilitas, kreatifitas tinggi, inspiratif, serta mampu bertahan dan unggul dalam menghadapi persaingan dunia” tutupnya

Penulis :Rizky Prajaya , (Mahasiswa KPM DR berbasis Media Sosial, IAIN Langsa).

TAGS Aceh

BERITA TERBARU

TERPOPULER

Send this to a friend