Joe’ Biden Perintahkan 3.000 Pasukan ke Eropa Timur Dalam Upaya Menggertak Rusia

Oleh

Oleh

Jakarta – Ketegangan yang terjadi antara Ukraina dan Rusia membuat khawatir para investor. Pasalnya ketegangan tersebut membuat pasokan gas alam menjadi seret.

Diketahui dataran Eropa cukup bergantung kepada pasokan gas dari Eropa, yang pipanya melewati Ukraina. Sekitar 35% kebutuhan gas Benua Biru datang dari Negeri Beruang Merah.

Ketika terjadi konfrontasi bersenjata, tentu pasokan gas ini bakal terganggu. Sebagai gantinya dibutuhkan sumber energi pengganti yakni batu bara agar pembangkit listrik tetap bisa beroperasi. Harga batu bara pun mengalami kenaikan seiring dengan naiknya permintaan di pasar.

Belum lama ini, harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) ditutup di US$ 206.6/ton atau melonjak 5,41% dari hari sebelumnya dan menyentuh titik tertinggi sejak 28 Januari 2022. Ini membuat harga batu bara naik selama tiga hari beruntun atau harga melesat 7,32%.

Semetara itu, pada Januari 2022, impor batu bara Uni Eropa tercatat 10,8 juta ton atau melonjak 55,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Pada Desember 2021 sebelumnya, impor batu bara Uni Eropa melesat 35,1% yoy.

Saat ini, Rusia masih menyiagakan ratusan ribu pasukan di perbatasan Ukraina dan membikin gerah Amerika Serikat (AS) serta sekutunya di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Presiden AS Joseph ‘Joe’ Biden akhirnya memerintahkan hampir 3.000 pasukan Negeri Adidaya ke Eropa Timur dalam upaya menggertak Rusia.


Informasi dikutip dari CNBC Indonesia.
(Khoirul Anam) baca selengkapnya: https://www.cnbcindonesia.com/news/20220205141923-4-313105/ancaman-pd-iii-bikin-harga-batu-bara-naik-3-hari-beruntun

batu baraPBBRusiaUkraina

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

ARTIKEL TERPOPULER
1
2
3
4
5
Opini Text