Tim TPID KPw BI Lhokseumawe Inspeksi Mendadak Pantau Inflasi

Oleh

Oleh

Lhokseumawe, Mataaceh.com | Menjelang lebaran Idul Adha TPID Kota Lhokseumawe melaksanakan Inspeksi Mendadak Pasar (Sidak Pasar) di Dua tempat yakni Pasar Inpres dan Pasar Pusong Kota, Lhokseumawe.

Sidak Pasar bertujuan untuk pemantauan dan pengawasan stabilitas harga serta kesediaan Bahan Pokok menyambut Hari Raya Idul Adha 1443 H.

Pada kunjungan sidak tersebut, Tim TPID mendatangi beberapa pedagang di pasar inpres dan pusong Lhokseumawe, yang menjual komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, gula, daging dan bahan pokok lainnya.

Mayoritas harga sembako mengalami peningkatan seiring dengan momen Hari Raya Idul Adha dan pulihnya mobilitas masyarakat. Peningkatan paling signifikan terjadi pada harga komoditas cabai merah dan komoditas bawang merah.

Guna mengetahui bahwa, harga cabai merah sempat meningkat hingga di atas Rp 100.000/kg pada akhir Juni 2022.

Berdasarkan pantauan Sidak Pasar Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Bapak Rio Wardhanu, bersama Asisten II Walikota Lhokseumawe Bidang Pembangunan dan Ekonomi, Bapak Anwar, Kepala Dinas Disperindagkop, Bapak M. Rizal, didampingi oleh Kepala Bulog Cabang Lhokseumawe Mufti Januar, Kabag Perekonomian Setdako Lhokseumawe, Kepala Seksi Kejaksaaan Negeri Lhokseumawe dan juga DKPP cut elyasafitri.

Pada beberapa pedagang, harga cabai merah berada pada kisaran Rp 95.000 – 100.000/kg.

Anwar selaku Asisten II Kota Lhokseumawe Bidang Pembangunan dan Ekonomi menyampaikan, “Peningkatan harga cabai merah diakibatkan oleh pasokan yang terbatas, seiring dengan sudah lewatnya masa panen cabai merah”. Ungkapnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan dini hari Kamis, (07/07/2023) di kec. Banda Sakti, harga bawang merah saat ini pada kisaran Rp. 60.000/kg. Peningkatan juga terjadi pada harga daging sapi 160.000/kg.

Hal tersebut kemudian juga menyebabkan permintaan daging sapi menurun. Begitu juga dengan harga daging ayam dan bawang putih.

Di sisi lain beberapa komoditas mengalami penurunan harga seperti minyak goreng. Dari sisi pasokan, bahan pokok strategis dinilai masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Lhokseumawe.

Sementara Rio Wardhanu, Deputi Kepala Perwakilan BI Lhokseumawe menyampaikan Dalam upaya pengendalian inflasi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe menginisiasi program pemberdayaan kelompok tani binaan. “Selain melalui upaya Sidak Pasar seperti saat ini, KPwBI Lhokseumawe juga mengembangkan, pilot project Implementasi Digital Farming pada Kelompok Tani Cabai Merah Binaan di Desa Jeulikat, kecamatan Muara Dua, untuk meningkatkan produktivitas”.

KPwBI Lhokseumawe saat ini memiliki binaan Kelompok Tani komoditas strategis seperti komoditas cabai merah di Bener Meriah dan Lhokseumawe, komoditas bawang merah di Aceh Tenggara dan Gayo Lues dan lain sebagainya.

“Pengembangan ini merupakan solusi jangka panjang dan mendasar untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat di wilayah kerja KPwBI Lhokseumawe sehingga dapat menjaga stabilitas harga dan juga pasokan” pungkas Rio Wardhanu dalam wawancaranya.

Segenap unsur TPID bersama dengan Satgas Pangan akan terus melakukan upaya pengendalian inflasi terutama menjelang Hari Raya Idul Adha.

Pelaksanaan upaya tersebut berdasarkan framework K4 yaitu Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, Keterjangkauan Harga, dan Komunikasi Efektif, Demikian Rio.

KPwBI LhokseumawePantau Inflasi.

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

ARTIKEL TERPOPULER
1
2
3
4
5
Opini Text