Perkembangan Inflasi, Perbankan, Sistem Pembayaran & Pengelolaan Uang Rupiah di Wilker BI Lhokseumawe

Oleh

Oleh

Lhokseumawe, Mataaceh.com | Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam forum TPID untuk pencapaian inflasi yang rendah dan stabil.

Pengendalian inflasi dilakukan dengan menjaga 4 aspek yaitu Ketersediaan Barang, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi yang Efektif.

Berdasarkan rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 1 Agustus 2022, Kota Lhokseumawe pada bulan Juli 2022 tercatat mengalami inflasi atau peningkatan harga barang dan jasa secara umum sebesar 0,47% (month to month / mtm). Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan Juni 2022 yang mengalami inflasi sebesar 0,45% (mtm).

Secara keseluruhan, Provinsi Aceh mengalami inflasi sebesar 0,86% (mtm), nilai ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,75% (mtm). Secara nasional, pada bulan Juli 2022 terjadi inflasi sebesar 0,64% (mtm).

Adapun inflasi Kota Lhokseumawe pada bulan Juli 2022 bersumber dari peningkatan harga pada kelompok pengeluaran yaitu: kelompok transportasi dengan inflasi 2,30%.

Selanjutnya, posisi kredit yang disalurkan oleh bank di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe pada Juni 2022 mengalami peningkatan sebesar 6,19% (yoy) yaitu dari Rp13,30 triliun menjadi Rp14,13 triliun. Kualitas kredit terpantau aman dengan NPL di level 2,17%. NPL tersebut masih di bawah ambang batas aman sebesar 5% dan menunjukan tren penurunan dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 2,27%.

Berdasarkan penggunaannya, Kredit Modal Kerja dengan pangsa 23,38% mengalami penurunan sebesar -9,58% (yoy). Di sisi lain, terdapat peningkatan pada Kredit Konsumsi yang memiliki pangsa 66,72% sebesar 8,07% (yoy). Peningkatan juga terjadi pada Kredit Investasi yang memiliki pangsa 9,90% sebesar 50,57% (yoy).

Selain itu, rasio Kredit/Pembiayaan terhadap Dana Pihak Ketiga atau Loan to Deposit Ratio (LDR) di wilayah kerja KPw BI Lhokseumawe pada bulan Juni 2022 sebesar 110,01%, menurun dibandingkan bulan Mei 2022 yang berada pada angka 112,98%. Kondisi ini menunjukkan jumlah penghimpunan DPK yang lebih besar dibandingkan penyaluran kredit/pembiayaan selama sebulan terakhir.

Perkembangan Aliran Uang Rupiah

1. Perkembangan aliran uang rupiah pada bulan Juli 2022 untuk KPw BI Lhokseumawe mengalami net-outlow sebesar Rp. 274,80 miliar. Adapun jumlah arus uang keluar (Outflow) dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe sebesar Rp 161,79 miliar atau lebih rendah sebesar -52.4% jika dibandingkan bulan Juni 2022 dalam hal arus uang keluar.

Selanjutnya, arus uang masuk (Inflow) tercatat senilai Rp. 436,59 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 66,8% lebih tinggi dibandingkan bulan Juni 2022. Kondisi net-outflow pada Bulan Juli 2022 di wilayah kerja KPwBI Lhokseumawe didorong oleh telah berakhirnya efek pasca Idul Adha yang membuat outflow berkurang pada bulan Juli 2022 dan telah kembali normal kembali.

2. Operasional kas titipan Langsa dan Takengon telah beroperasi secara penuh untuk mendukung pemenuhan kebutuhan uang masyarakat di seluruh di wilayah kerja

Sumber Informasi :

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe.
– BPS Kota Lhokseumawe.

BI LhokseumaweKota LhokseumaweTIPD Kota Lhokseumawe

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

ARTIKEL TERPOPULER
1
2
3
4
5
Opini Text