Kamis, 8 Desember 2022

Diduga Proyek di Belakang Balai Pemasyarakatan Lhokseumawe Abaikan Keselamatan Pekerja

Oleh redaksi

Mataaceh.com – Pelaksanaan kegiatan pembangunan proyek di lingkungan Kantor Balai Pemasyarakatan Lhokseumawe abaikan keselamatan pekerja, namun sangat disayangka pekerjaan proyek tersebut juga sangat tertutup tidak ada keterbukaan informasi publik, sehingga masyarakat tidak tahu sumber anggaran dan nilai anggarannya atau kontrak kerja sampai kapan selesai.

Pantauan awak media di lokasi kegiatan, Kamis (01/September/2022). sungguh sangat memprihatinkan atas keselamatan para pekerja terkesan tidak diprioritaskan oleh pihak perusahaan selakupelaksanaan proyek. Bahkan terindikasi terjadi pembiaran oleh pihak pengawas.

Foto : Hasil dari pantauan awak media di Lokasi kegiatan Kamis (01/09/22).

Pasalnya, terlihat jelas dengan kasat mata, para pekerja pada proyek tersebut tidak ada dilengkapi Alat Pengaman Diri ( APD ), yang seharusnya wajib disediakan oleh pihak perusahaan pemenang tender.

HTML5 Icon

Dari amatan awak media juga terlihat beberapa orang pekerja yang sedang menaiki bangunan tersebut tanpa menggunakan tali sebagai pengaman dan juga keduanya tidak tampak memakai helm proyek.

Padahal, sesuai dengan Peraturan Mentri Pekerjaan Umum Nomor 05 Tahun 2014 tentang Pedoman Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3), Kontruksi Bidang Pekerjaan Umum. Seharusnya menjadi acuan oleh pihak penyedia Jasa dan juga penguna Jasa.

Saat pewarta ingin masuk kelokasi proyek ada salah satu penjaga yang mencegat wartawan dan juga tidak mengizinkan masuk. Seharusnya proyek yang dikerjakan menggunakan Uang Negara siapa saja boleh mengawasi dan memantau tapi ini anehnya, wartawan malah dicegat tidak diberikan izin untuk meliput ke lokasi proyek.

Rizal salah satu yang diduga Konsultan atau Pengawas Proyek tersebut yang diketahui dari aplikasi Get Kontak dia yang melarang wartawan masuk atau tidak memberikan izin untuk meliput kedalam lokasi proyek yang lagi dikerjakan, dengan alasan meminta surat tugas yang tidak jelas yang harus diutarakan kemana, meski pewarta sudah menunjukan Id Card Pers sebagai pengenal diri tetap juga dicegat oleh penjaga.

Danjuga saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp Rizal malah mengarahkan wartawan ke Kantor Lapas Lhokseumawe untuk kejelasan nya, meskipun pewarta telah mengbubungi terkesan seperti lempar batu sembunyi tangan.

Hingga berita ini ditayangkan sampai saat ini masih saja belum diketahui siapa pelaksanaannya dan dari perusahaan apa pemenang tendernya.

Leave a Comment