Group Rapai tuha Puga Nanggroe suak puntong apresiasi atas penetapan sebagai warisan budaya takbenda indonesia

BAGIKAN

Group Rapai tuha Puga Nanggroe suak puntong apresiasi atas penetapan sebagai warisan budaya takbenda indonesia

BAGIKAN

Gruop rapai tuha Puga Nanggroe Suak puntong kecamatan Kuala pesisir Kabupaten Nagan Raya cukup antusias terhadap penetapan sebagai warisan budaya takbenda indonesia.
‎Ketua rapai tuha Puga Nanggroe Anwar A mengatakan merupakan Kesenian Rapai Tuha bukan hanya menjadi warisan leluhur, tetapi juga menjadi perekat sosial yang mencerminkan nilai-nilai keislaman, kearifan lokal, dan kebersamaan masyarakat Aceh,” ujar Anwar A.

‎Dia menambahkan bahwa Pemkab Nagan Raya akan terus mendukung kegiatan-kegiatan seni budaya seperti ini demi menjaga jati diri kita sebagai bangsa yang berbudaya.

‎”Saya berharap penetapan rapai tuha sebagai warisan budaya takbenda indonesia merupakan langkah awal untuk menumbuhkan semangat pelestarian buadaya dan menjadi motivasi bagi group Puga Nanggroe untuk dapat terus berkembang , terutama di tingkat gampong maupun mukim, kecamatan,kabupaten dan provinsi Aceh sebagai bagian dari edukasi budaya kepada generasi muda,” tambah anwar A.

‎Kita ketahui bersama kata anwar, Rapai Tuha sendiri merupakan salah satu kesenian tradisional Aceh yang dimainkan secara berkelompok menggunakan alat musik pukul “rapai”, dan biasanya diselingi dengan zikir dan syair-syair islami begitu juga dengan group rapai tuha puga Nanggroe Suak puntong

‎kami berkomitmen untuk terus mengembangkan diri dalam melestarikan budaya rapai tuha tanpa rasa jenuh, agar kesenian ini tidak padam dibumi aceh sampai ke anak cucu “tutupnya”