IDI CUT mata Aceh com– Janji Pemerintah Pusat untuk merampungkan pembangunan rumah hunian sementara bagi korban banjir di Aceh Timur sebelum Idulfitri nampaknya sulit terealisasi. Berdasarkan hasil survei lapangan yang dilakukan oleh Staf Khusus Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem), Faisal Rizal Hasan menemukan banyak proyek yang masih terbengkalai.
Kondisi ini memaksa sejumlah warga di beberapa titik di Aceh Timur tetap bertahan di kamp pengungsian dengan fasilitas seadanya, meski lebaran sudah di depan mata.
Faisal Rizal, yang turun langsung memantau lokasi, menyatakan bahwa realita di lapangan sangat kontras dengan jadwal yang ditetapkan pemerintah.
Pemerintah Pusat sebelumnya menjadwalkan hunian ini rampung sebelum lebaran, namun kenyataannya pembangunan masih jauh dari kata selesai. Banyak masyarakat yang masih tinggal di bawah tenda pengungsian,” ujar Faisal saat dijumpai awak media di Aceh Timur, Jumat (27/3).
Pria yang akrab disapa Faisal Rizal ,putra kelahiran Cut ini, yang juga dikenal sebagai Kombatan GAM Sagoe Meh Ijoe, menerima banyak keluhan dari warga setempat terkait lambannya proses pengerjaan hunian tersebut.
Menyikapi kondisi yang memprihatinkan ini, Faisal Rizal mengajak masyarakat untuk tetap menjaga keteguhan hati dan tidak kehilangan harapan. Ia menekankan pentingnya kesabaran sebagaimana pesan yang selalu disampaikan oleh pimpinan mereka, Mualem.
Saya sangat berharap kepada masyarakat agar sabar dan tawakal. Seperti yang diamanatkan oleh pemimpin kita, Mualem, janganlah kita hanya berharap kepada manusia. Kita sandarkan harapan kepada Allah agar segera diberikan kebahagiaan dan jalan keluar dari kesulitan ini,” ungkapnya.
Faisal, yang selama ini dikenal aktif bergerilya membantu masyarakat korban banjir, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan agar aspirasi warga Aceh Timur dapat didengar oleh pemangku kebijakan.






