Langsung ke konten

Breaking News
Pemerhati Publik: *Minta Dugaan Penyimpangan Anggaran Operasional Dishub Bireuen, Perlu Diaudit Transparan Dari Audit ke Kado: LANA Pertanyakan Perubahan Sikap Bupati Tarmizi terhadap PT Mifa Langgar aturan sejumlah Operator sekolah Simeulue berstatus ASN diduga kuat gunakan nama orang lain didapodik untuk dapatkan Insentif Dana BOS Dugaan Pemotongan Gaji Oleh PT.Fasha Putera Perkasa Korban Resmi melapor ke Disnaker Di duga  sabotase tindakan PT duaperkasa lestari cara terkait plang informasi kawasan konservasi   Aktivis HAM dan Tim Investigasi: Warga Aceh Timur Jangan Terlena Isu Baitul Mal, Kawal Hak Korban Banjir dan Jadup! Nagan Raya- 30 Juli 2026 – Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup, Polres Nagan Raya melaksanakan kegiatan Green Policing melalui gerakan penanaman pohon di Desa Pante Ara, Kecamatan Beutong, Kabupaten Pemerhati Publik: *Minta Dugaan Penyimpangan Anggaran Operasional Dishub Bireuen, Perlu Diaudit Transparan Dari Audit ke Kado: LANA Pertanyakan Perubahan Sikap Bupati Tarmizi terhadap PT Mifa Langgar aturan sejumlah Operator sekolah Simeulue berstatus ASN diduga kuat gunakan nama orang lain didapodik untuk dapatkan Insentif Dana BOS Dugaan Pemotongan Gaji Oleh PT.Fasha Putera Perkasa Korban Resmi melapor ke Disnaker Di duga  sabotase tindakan PT duaperkasa lestari cara terkait plang informasi kawasan konservasi   Aktivis HAM dan Tim Investigasi: Warga Aceh Timur Jangan Terlena Isu Baitul Mal, Kawal Hak Korban Banjir dan Jadup! Nagan Raya- 30 Juli 2026 – Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup, Polres Nagan Raya melaksanakan kegiatan Green Policing melalui gerakan penanaman pohon di Desa Pante Ara, Kecamatan Beutong, Kabupaten

Jelang Pemilu 2024, Anak Muda Aceh Bahas Politik di Kedai Kopi

Lhokseumawe -Biasanya warung kopi dijadikan sebagai tempat alternatif untuk “nongkrong”, berkumpul, silaturahmi bersama kolega sambil mengerjakan tugas, membahas suatu persoalan, bermain game digital, dan melakukan aktivitas lainnya.

Lantas, bagaimana jika warung kopi atau yang kini lazim disebut kafe dijadikan sebagai tempat membahas berbagai persoalan kenegaraan dan isu politik yang sedang hangat bergulir? Bukankah itu suatu hal yang menarik?

Seperti yang dilakukan oleh para penggiat sosial dari beberapa gabungan lintas organisasi kepemudaan di Lhokseumawe, mereka luangkan waktu untuk ngopi dan diskusi realita politik terkini menjelang pelaksanaan Pemilu dan Pilkada serentak pada tahun 2024 mendatang.

Dalam diskusi ringan tersebut hadir pengurus GEMA (Gerakan Muda Aceh), Pengurus JASA ( Jaringan Aneuk Syuhada), dan Paralegal Lembaga Bantuan Hukum CaKRA dan beberapa Mahasiswa kota Lhokseumawe, pada Senin (12/6/2023) di Beje Coffe Kota Lhokseumawe.

Raja Kalkausar yang merupakan pengurus GEMA, mengatakan bahwa Aceh berbeda dengan provinsi lainnya, dimana momentum politik selain pertarungan Partai Nasional juga dihiasi oleh Partai lokal Aceh sehingga  banyak keterwakilan Pemuda menghiasi bakal calon legislatif untuk tahun 2024.

“Mengingat Aceh merupakan serambi Mekah yang mempunyai kekhususan  penerapan syariat Islam, jadi kita sangat berharap putra putri terbaik yang sukses dalam pertarungan politik nantinya yang menduduki singgasana kursi legislatif benar benar memperjuangkan syariat Islam secara kaffah bukan sekedar lip service semata,” pinta Raja.

Hal senada juga dilanjutkan Jubir JASA Aceh Datul Akbar, menjelaskan bahwa Aceh merupakan daerah yang memiliki keistimewaan, jadi sudah seharusnya bagi kita generasi muda untuk terus merawat kekhususan dan keistimewaan ini. Khususnya dalam kancah perpolitikan kita punya partai lokal.

“Maka partai lokal ini jangan sampai tergerus zaman, sebab partai lokal inilah yang membedakan Aceh dengan daerah-daerah lain. Seperti Partai Aceh misalnya, Karna jika kursi partai lokal sampai hilang di parlemen maka dikhawatirkan segala kekhususan yang melekat pada Aceh akan terbonsai satu persatu seiring hilangnya parlok, mengingat parlok juga bagian dari kekhususan itu sendiri,” ungkapnya.

Paralegal dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum CaKRA, Khairil Saddam, berharap momentum politik tahun ini benar benar bisa menjadi perubahan bagi Aceh khususnya agar menjadikan propinsi Aceh lebih baik kedepannya. Para calon legislatif yang bertarung tidak sekedar memberikan janji kampanye kepada masyarakat tapi jadikan kampanye sebagai bentuk pencerdasan berpolitik masyarakat.

Paralegal Cakra itu, juga mengajak para kontestan politik untuk meluruskan niat dalam berpolitik dan juga memahami cara berpolitik yang benar dan cerdas, agar tercapai tujuannya, yakni meraih kekuasaan untuk memperbaiki kondisi masyarakat dan bermanfaat bagi masyarakat Aceh nantinya.

“Begitu juga para pegiat sosial dari kalangan anak muda agar lebih sering  melakukan diskusi seperti ini. Jika perlu
nantinya dibuatkan sebuah draf bersama untuk disampaikan ke publik. Ngopi sambil diskusi  sangat bermafaat mengisi waktu luang ngopi sambil diskusi mengingat tahun ini adalah tahun politik,” tutupnya.

Tags:
Bagikan

Berita Lainnya

Semua Berita

Ikuti Kami

FacebookInstagramYouTubeTikTokTwitter XGoogle NewsWA ChannelTelepon Redaksi

Berita Terkini

Indeks Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *