Langsung ke konten

Breaking News
Pemerhati Publik: *Minta Dugaan Penyimpangan Anggaran Operasional Dishub Bireuen, Perlu Diaudit Transparan Dari Audit ke Kado: LANA Pertanyakan Perubahan Sikap Bupati Tarmizi terhadap PT Mifa Langgar aturan sejumlah Operator sekolah Simeulue berstatus ASN diduga kuat gunakan nama orang lain didapodik untuk dapatkan Insentif Dana BOS Dugaan Pemotongan Gaji Oleh PT.Fasha Putera Perkasa Korban Resmi melapor ke Disnaker Di duga  sabotase tindakan PT duaperkasa lestari cara terkait plang informasi kawasan konservasi   Aktivis HAM dan Tim Investigasi: Warga Aceh Timur Jangan Terlena Isu Baitul Mal, Kawal Hak Korban Banjir dan Jadup! Nagan Raya- 30 Juli 2026 – Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup, Polres Nagan Raya melaksanakan kegiatan Green Policing melalui gerakan penanaman pohon di Desa Pante Ara, Kecamatan Beutong, Kabupaten Pemerhati Publik: *Minta Dugaan Penyimpangan Anggaran Operasional Dishub Bireuen, Perlu Diaudit Transparan Dari Audit ke Kado: LANA Pertanyakan Perubahan Sikap Bupati Tarmizi terhadap PT Mifa Langgar aturan sejumlah Operator sekolah Simeulue berstatus ASN diduga kuat gunakan nama orang lain didapodik untuk dapatkan Insentif Dana BOS Dugaan Pemotongan Gaji Oleh PT.Fasha Putera Perkasa Korban Resmi melapor ke Disnaker Di duga  sabotase tindakan PT duaperkasa lestari cara terkait plang informasi kawasan konservasi   Aktivis HAM dan Tim Investigasi: Warga Aceh Timur Jangan Terlena Isu Baitul Mal, Kawal Hak Korban Banjir dan Jadup! Nagan Raya- 30 Juli 2026 – Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup, Polres Nagan Raya melaksanakan kegiatan Green Policing melalui gerakan penanaman pohon di Desa Pante Ara, Kecamatan Beutong, Kabupaten

Pemda Aceh Utara Diminta Tertip Pengemis Gepeng Dilampu Merah Kota Lhoksukon

Laporan: Mohd.Raja

mataaceh-backup.com|Lhoksukoen- Masyarakat Kota Lhoksukon meminta Pemerintah Aceh Utara segera menertipkan pengemis di simpang empat Lampu Merah kota Lhoksukon,Karena menjelang Lebaran ini keberadaan mereka semakin ramai dan mersahkan pengguna jalan.

“Bahkan lebih mirisnya, adalah pengemis ini membawa anak-anak dibawah umur yang masih balita. “Banyak pengemis marak di persimpangan lampu merah, terutama di Jalan Nasional Lintas Sumatra. Para pengemis usia mulai dari anak bawah umur hingga Orang sudah tua,” ujar Sabbri (43) salah seorang warga Lhoksukon, Senin (29/3/21).

Ia menyebutkan, para pengemis ini perlu ditertibkan karena menggangu ketertiban pengguna jalan.merusak estetika Kota dan Bahkan mereka mengancam nyawa nya sendiri.

Karena meraka mengemis saat mobil berhenti ketika lampu merah menyala,dan sudah berada di perempatan jalan dengan lampu pengatur lalu lintas itu, mulai pagi hingga sore, bahkan hingga malam hari. Menurutnya, sejumlah pengemis dari kalangan anak-anak itu dikoordinasikan oleh orang dewasa. Aksi mereka selalu dipantau, sehingga anak-anak pengemis itu tidak takut.

“Pemerintah Kabupaten Aceh Utara perlu memantau dan menangkap orang yang mengkoordinator anak-anak tersebut, untuk mengemis di jalanan. Pelaku harus diproses hukum karena telah mengeksploitasi anak untuk mengemis. “Apalagi kalau setiap hari Jum’at, banyak anak pengemis di kota lhoksukon.

Bahkan ia juga masuk ke Mesjid Agung Baiturrahim Lhoksukon
Mengemis di area dalam mesjid. Sempat pernah di usir oleh pengurus Mesjid Baiturrahim, tetapi mereka malah marah ke pengurus masjid. Ini perlu dilakukan penertiban. Tidak mungkin meraka berani seperti itu kalau tidak ada yang mengkoordinatornya,” terangnya

Bagikan

Berita Lainnya

Semua Berita

Ikuti Kami

FacebookInstagramYouTubeTikTokTwitter XGoogle NewsWA ChannelTelepon Redaksi

Berita Terkini

Indeks Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *