mataaceh-backup.com – Menanggapi pernyataan Tenaga Ahli Disdik Aceh Fauzan Febriansyah, bahwasanya Demostrasi (Demo) pelajar kemarin salah alamat, Pw PII Aceh tidak mengambil pusing akan hal itu, korlap aksi pelajar Septa Andrean mengatakan pemberitaan tersebut jauh dari hal yang terjadi di lapangan.
Informasi ini dihimpun melalui siaran pers via WhatsApp yang di sampaikan oleh Narasumber, kepada awak media ini.
Pengurus Wilayah (PW) Pelajar Islam Indonesia (PII) Aceh menuntut Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan Aceh untuk segera mundur dari jabatannya, dengan kami melakukan aksi kemarin di kantor Dinas Pendidikan kami menginginkan idtikad baik dari Alhudri sendiri untuk sadar diri. Mengapa demikian?.
Koordinator Aksi Septa Andrea angkat bicara terkait Aksi di Dinas Pendidikan Aceh, “kemarin kami tidak hanya menuntut Al Hudri untuk mundur tetapi kami juga membawa solusi terhadap permasalahan pendidikan di Aceh jika Alhudri tidak ingin meninggal kan ‘kursi empuknya’ walaupun kami menilai beliau memang tidak layak di posisi tersebut, jadi tidak salah alamat terkait aksi kemarin,” pungkas Septa.
Septa menerangkan, terkait hasil diskusi dengan tenaga Ahli Dinas Pendidikan Aceh di Sekret Pw PII pasca Aksi, PII Aceh tetap menyatakan sikap untuk melanjutkan aksi demi kemaslahatan Pendidikan di Aceh. walaupun menurut informasi yang di berikan oleh Fauzan selaku tenaga Ahli, Al Hudri itu tidak akan menemui massa aksi karna beliau, terlanjur sakit hati. Kok bisa?
“Inikan hal sangat konyol seorang kepala Dinas seakan akan alergi terhadap kritik, kritik adalah salah satu resiko jabatan beliau sebagai tokoh publik, ini merupakan sifat-sifat yang harus di hilang kan dari seseorang tokoh publik, jika tidak mau di kritik ya, jangan jadi tokoh publik,” terang Septa.
Perihal penyataan Fauzan Febriansyah di lini masa media tersebut, tentang prestasi dinas pendidikan Septa Andrean tidak habis pikir dengan penyataan tersebut, menurut Septa secuil prestasi tidak menutup begitu banyak kebobrokan yang terjadi. Bukan?
“Pasca Aksi banyak penyataan yang membela Alhudri selaku kepala dinas pendidikan, inikan seperti orang yang ketakutan, seperti ada hal yang ingin ditutupi dan tidak ingin di ketahui publik, bahkan ada pemberitaan seakan-akan banyak orang yang iri dan dengki terhadap prestasi Alhudri, ini kan pembelaan diri ala-ala orang yang ketakutan akan kritik, Alhudri memilih tidak menyelesaikan masalah tetapi beliau memilih hal ini terus melebar, berarti beliau sendiri tidak punya idtikad baik demi kemajuan pendidikan, kami kan juga memberikan solusi”. Ujar Septa.
Terakhir Septa mengharap kan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, untuk menemui Peserta aksi selanjutnya, jangan berlindung di bawah ketiak tenaga Ahli Fauzan Febriansyah donk!, memangnya Fauzan ini punya kebijakan apa selain hanya “pembisik” pak Kadis, toh dengan penyataan Fauzan menyatakan diri “aku juga aktivis dulu nya” seolah-olah sudah khatam berorganisasi, kita dapat menyimpulkan beliau setelah masuk kedalam Birokrasi Pemerintahan habis habisan membela atasan nya, eh aneh bukan?. walaupun sikap atasan nya jauh dari kata tokoh publik yang mengayomi, tutup Septa.
Berita Lainnya
Semua BeritaIkuti Kami
Berita Terkini
Indeks Berita
Dari Audit ke Kado: LANA Pertanyakan Perubahan Sikap Bupati Tarmizi terhadap PT Mifa
ACEH BARAT — Perubahan sikap Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terhadap PT Mifa Bersaudara kembali menjadi sorotan. Jika sebelumnya PT Mifa menjadi salah satu perusahaan…
Langgar aturan sejumlah Operator sekolah Simeulue berstatus ASN diduga kuat gunakan nama orang lain didapodik untuk dapatkan Insentif Dana BOS
Operator sekolah atau OPS merupakan tenaga administrasi di satuan pendidikan yang bertanggung jawab sebagai pengelola, penginput, dan penanggung jawab utama data serta sistem informasi…
Dugaan Pemotongan Gaji Oleh PT.Fasha Putera Perkasa Korban Resmi melapor ke Disnaker
Aceh,mataaceh-backup.com, Seorang karyawan swasta di Nagan Raya, PT.Fasha Putera Perkasa, mengadukan dugaan pemotongan gaji sepihak ke Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Nagan Raya. Dia…
Di duga sabotase tindakan PT duaperkasa lestari cara terkait plang informasi kawasan konservasi
Senin 3 Agustus 2016 terpasang plang himbauan dari PT. dua perkasa lestari di pinggiran sungai Krueng semayam desa gunung Samarinda kec Babah rot kab…
Aktivis HAM dan Tim Investigasi: Warga Aceh Timur Jangan Terlena Isu Baitul Mal, Kawal Hak Korban Banjir dan Jadup!
ACEH TIMUR— Di tengah hiruk-pikuk informasi yang beredar, kalangan Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) bersama Tim Investigasi mendesak masyarakat Aceh Timur agar tidak terjebak…






