Langsung ke konten

Breaking News
Dari Audit ke Kado: LANA Pertanyakan Perubahan Sikap Bupati Tarmizi terhadap PT Mifa Langgar aturan sejumlah Operator sekolah Simeulue berstatus ASN diduga kuat gunakan nama orang lain didapodik untuk dapatkan Insentif Dana BOS Dugaan Pemotongan Gaji Oleh PT.Fasha Putera Perkasa Korban Resmi melapor ke Disnaker Di duga  sabotase tindakan PT duaperkasa lestari cara terkait plang informasi kawasan konservasi   Aktivis HAM dan Tim Investigasi: Warga Aceh Timur Jangan Terlena Isu Baitul Mal, Kawal Hak Korban Banjir dan Jadup! Nagan Raya- 30 Juli 2026 – Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup, Polres Nagan Raya melaksanakan kegiatan Green Policing melalui gerakan penanaman pohon di Desa Pante Ara, Kecamatan Beutong, Kabupaten Kebakaran Lahan PT GSM Belum Terkendali, Sekitar 40 Hektare Lahan HGU PT GSM Terbakar Dari Audit ke Kado: LANA Pertanyakan Perubahan Sikap Bupati Tarmizi terhadap PT Mifa Langgar aturan sejumlah Operator sekolah Simeulue berstatus ASN diduga kuat gunakan nama orang lain didapodik untuk dapatkan Insentif Dana BOS Dugaan Pemotongan Gaji Oleh PT.Fasha Putera Perkasa Korban Resmi melapor ke Disnaker Di duga  sabotase tindakan PT duaperkasa lestari cara terkait plang informasi kawasan konservasi   Aktivis HAM dan Tim Investigasi: Warga Aceh Timur Jangan Terlena Isu Baitul Mal, Kawal Hak Korban Banjir dan Jadup! Nagan Raya- 30 Juli 2026 – Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup, Polres Nagan Raya melaksanakan kegiatan Green Policing melalui gerakan penanaman pohon di Desa Pante Ara, Kecamatan Beutong, Kabupaten Kebakaran Lahan PT GSM Belum Terkendali, Sekitar 40 Hektare Lahan HGU PT GSM Terbakar

Armiyadi Minta KPK Lakukan Supervisi Terkait Jalan Peureulak – Lokop Mati Kontrak

mataaceh-backup.com | Lhokseumawe — Anggota DPRA Komisi IV, Armiyadi, SP meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pengawasan proyek multi years di Aceh terutama pembangunan ruas jalan Peureulak – Lokop – Pining. Pasalnya, rekanan tidak mampu merampungkan pekerjaan hingga kontrak berakhir pada Desember 2022.

“Kita sudah turun hari ini ke lokasi untuk melihat langsung pekerjaan fisik. Per tanggal hari ini, pekerjaan di tiga segmen tidak rampung dikerjakan,” ujar Armiyadi kepada awak media, Sabtu (24/12/22) seusai meninjau proyek yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tersebut.

Fisik proyek jalan Peureulak di Kabupaten Aceh Timur ke Pining di Kabupaten Gayo Lues.

Hasil tinjauan dirinya di lapangan, Armiyadi menyebut dengan sisa waktu kurang dari satu pekan dapat dipastikan proyek tersebut tidak rampung dikerjakan.

Proyek jalan Peureulak di Kabupaten Aceh Timur ke Pining di Kabupaten Gayo Lues dikerjakan dengan skema tahun jamak. Pembangunan jalan tersebut dibagi menjadi 3 segmen yang dikerjakan oleh tiga kontraktor.

Segmen 1 yakni ruas jalan dari simpang Beusa Peureulak – Peunaron sepanjang 43 kilometer dikerjakan oleh PT Subota Internasional Contractor dengan anggaran Rp144,1 milyar. Berdasarkan dokumen kontrak proyek ini mulai dikerjakan pada 29 November 2021 dan berakhir pada 20 Desember 2022.

Segmen 2 yakni ruas jalan Peunaron – Lokop sepanjang 40 km dikerjakan oleh Sumbersari – Medan Smart, KSO dengan nilai kontrak Rp172,8 Milyar. Dikutip dari laman LPSE, proyek ini diploting dalam tahun anggaran 2020, 2021 dan berakhir pada 22 Desember 2022. Sementara pekerjaan fisik baru dimulai sejak 15 April 2021.

Segmen 3 yakni ruas jalan Lokop – Pining sepanjang 28 km dikerjakan oleh PT Wanita Mandiri Perkasa dengan nilai kontrak Rp204,2 milyar. Berdasarkan laman LPSE Provinsi Aceh, proyek ini dianggarkan sama dengan segmen 2 dan berakhir pada Desember tahun ini.

Progres proyek diduga baru 35 hingga 40 persen, diduga tidak akan selesai hingga akhir tahun 2022.

Untuk segmen 1 dan segmen 2 walaupun progres diperkirakan di atas 70 persen, Armiyadi hampir dapat memastikan proyek tersebut tidak rampung dikerjakan.

Armiyadi menyoroti segmen 3 yang masih jauh dari harapan. “Segmen 3 itu baru diaspal kurang lebih sepanjang 5 kilometer. Apalagi jalan ini juga memiliki pekerjaan aspal beton dua lapis (ac-wc). Kalau menurut kami progresnya baru 35 hingga 40 persen. Tidak mungkin lagi selesai hingga akhir tahun ini” ujar dia.

Untuk itu, Armiyadi meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh agar memutus kontrak rekanan, lalu mengajukan black list terhadap perusahaan dimaksud karena dianggap tidak mampu menyelesaikan pekerjaan.

“Kami juga mewanti-wanti panitia agar hanya membayar sejumlah nilai jalan yang sudah bisa difungsikan. Untuk itu, kita minta lembaga auditor bahkan kita minta KPK untuk melakukan supervisi terhadap paket ini” ujarnya.

Politisi PKS ini secara khusus mengaku kecewa kepada rekanan, karena Pemerintah Aceh dan DPRA pada perubahan anggaran 2022 ini menambah biaya masing-masing segmen sebesar Rp50 milyar.

“Padahal sudah di top-up sebesar Rp50 milyar untuk masing-masing segmen. Tapi mereka juga tidak mampu mengerjakan sesuai jadwal” ungkapnya.

Mengenai tambahan waktu kompensasi untuk proyek tersebut, Armiyadi mengatakan sesuai Perpres nomor 12 tahun 2021, tidak ada penambahan atau kompensasi waktu untuk proyek multiyears. Segmen 2 dan 3 merupakan proyek tahun jamak yang sudah dianggarkan selama 3 tahun. Secara aturan, paket multi years itu dikerjakan maksimal selama 3 tahun.

“Sehingga harus diputus kontrak, klaim jaminan dan black list perusahaan tersebut, terutama segmen 3. Sementara segmen 1 karena berdasarkan LPSE dianggarkan selama dua tahun, kemungkinan masih bisa dilakukan addendum” ungkapnya.

Ke depan, Armiyadi menyarankan kepada Pemerintah Aceh dalam hal ini setiap SKPA, untuk tidak lagi melakukan tender pekerjaan tahun jamak.

Hingga berita ini diturunkan ke meja redaksi mataaceh-backup.com, Dinas PUPR Aceh belum dikonfirmasi.

Bagikan

Berita Lainnya

Semua Berita

Ikuti Kami

FacebookInstagramYouTubeTikTokTwitter XGoogle NewsWA ChannelTelepon Redaksi

Berita Terkini

Indeks Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *