Komisi V DPR RI mendorong Pemerintah Pusat membantu proses revitalisasi Simpang Tujuh Ulee Kareng di Provinsi Aceh. Jalan tersebut berada di pusat kota, Kota Banda Aceh. Kondisinya saat ini dinilai sangat semerawut. Di pinggir jalan ada pasar tumpah dan ruas jalannya pun kecil sehingga sering terjadi kemacetan.
Pemerintah Kota Banda Aceh berencana memugar jalan tersebut. Rencananya, ruas-ruas jalan akan diperlebar. Selain itu, nantinya akan dibangun jembatan layang sebagai tempat perlintasan tambahan bagi berbagai kendaraan.
Anggota Komisi V DPR RI, Irmawan pun mendukung langkah tersebut. Ia menilai bahwa Simpang Tujuh memang perlu ditata. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu pun ingin agar Simpang Tujuh bisa menjadi ikon Kota Banda Aceh.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, Pemerintah Kota Banda Aceh sudah berusaha melakukan penataan Simpang Tujuh. Namun, kata Irmawan, Pemerintah Daerah memiliki anggaran yang terbatas. Oleh sebab itu, ia berharap agar Pemerintah Pusat memberikan bantuan.
“Karena ini, kan, masuk ke wilayah Kota Banda Aceh, jadi ternyata APBD Banda Aceh itu tidak cukup untuk membangunnya. Maka kita coba bawa teman-teman dari Komisi V dan Kementerian PUPR, mudah-mudahan ke depan bisa dibangun dengan anggaran dari APBN,” harapnya usai Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Kamis (2/02/2022).
Hal senada diungkapkan Anggota Komisi V DPR RI lainnya, Ruslan M. Daud. Ia menjelaskan bahwa setelah disempurnakannya undang-undang tentang jalan, maka sudah seyogyanya Pemerintah Pusat memberikan bantuan dalam penataan jalan lintas Kabupaten tersebut.
“Undang-Undang Jalan Nomor 38 Tahun 2004 ini sudah disempurnakan. Jadi, tidak ada istilah lagi APBN tidak bisa masuk ke ruas-ruas jalan yang memang menghubungkan Kabupaten ataupun Provinsi,” jelasnya.
Berita Lainnya
Semua BeritaIkuti Kami
Berita Terkini
Indeks Berita
Dari Audit ke Kado: LANA Pertanyakan Perubahan Sikap Bupati Tarmizi terhadap PT Mifa
ACEH BARAT — Perubahan sikap Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terhadap PT Mifa Bersaudara kembali menjadi sorotan. Jika sebelumnya PT Mifa menjadi salah satu perusahaan…
Langgar aturan sejumlah Operator sekolah Simeulue berstatus ASN diduga kuat gunakan nama orang lain didapodik untuk dapatkan Insentif Dana BOS
Operator sekolah atau OPS merupakan tenaga administrasi di satuan pendidikan yang bertanggung jawab sebagai pengelola, penginput, dan penanggung jawab utama data serta sistem informasi…
Dugaan Pemotongan Gaji Oleh PT.Fasha Putera Perkasa Korban Resmi melapor ke Disnaker
Aceh,mataaceh-backup.com, Seorang karyawan swasta di Nagan Raya, PT.Fasha Putera Perkasa, mengadukan dugaan pemotongan gaji sepihak ke Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Nagan Raya. Dia…
Di duga sabotase tindakan PT duaperkasa lestari cara terkait plang informasi kawasan konservasi
Senin 3 Agustus 2016 terpasang plang himbauan dari PT. dua perkasa lestari di pinggiran sungai Krueng semayam desa gunung Samarinda kec Babah rot kab…
Aktivis HAM dan Tim Investigasi: Warga Aceh Timur Jangan Terlena Isu Baitul Mal, Kawal Hak Korban Banjir dan Jadup!
ACEH TIMUR— Di tengah hiruk-pikuk informasi yang beredar, kalangan Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) bersama Tim Investigasi mendesak masyarakat Aceh Timur agar tidak terjebak…






