Lhokseumawe, mataaceh-backup.com | Komite Pimpinan Wilayah Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat Aceh Utara – Lhokseumawe, meminta Mentri BPN / ATR ) Hadi Tjahjanto untuk segera menyelesaikan konflik agraria antara Masyarakat Batee 8 dengan PT. Setya Agung di Kecamatan Simpang Keuramat, Kabupaten Aceh Utara.
Secara Nasional saat ini ada 751 kasus konflik Agraria di indonesia yang 432 di antaranya belum selesai. Termasuk beberapa konflik Agraria di Aceh seperti konflik agraria Masyarakat batee 8 kabupaten Aceh utara dengan PT. Satya Agung. Konflik agraria masyarakt Krueng Simpo Kabupaten Bireun dengan PT. Syaukat Sejahtera. Konflik Agraria masyarakat Cot Mee Kabupaten Nagan Raya dengan PT. Fajar Baizuri Brother. Konflik Agraria masyarakat Situban Kabupaten Aceh Singkil dengan PT. Delima Makmur.
Karena ini menjadi tugas prioritas menteri BPN / ATR Agraria hingga akhir masa jabatan. Maka di perlukan upaya preventif melalui koordinasi intensif antara BPN / ATR dengan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh.
Sebelum nya masyarakat Front Batee 8 mengugat dan Aliansi Mahasiswa dari lintas kampus serta organisasi kepemudaan telah melayangkan Petisi Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Aceh berikut pendampingan Hukum dari YLBHI Banda Aceh untuk persoalan ini segera di selesaikan.
Penyampaian pendapat ke kantor DPRA dan Kantor Gubernur Aceh pada bulan April yang lalu belum mendapatkan titik temu dan langkah konkrit dari pihak pemerintah.
Adapun sejumlah petisi yang di perjuangkan masyarakat, meminta kepada DPRA untuk memastikan terpenuhinya hak hak masyarakat, mengimplementasikan Qanun
Aceh No.9 Tahun 2017 perubahan atas Qanun No.6 Tahun 2012 Tentang Perkebunan, Mendesak DPRA Untuk merekomendasikan Kepala Daerah Agar Membebaskan izin HGU yang tidak produktif di fungsikan dan diberikan kepada Masyarakat. Kami juga mempertanyakan kepada DPRA sudah sejauh Progres dalam Kerja Pembentukan PANSUS (panitia khusus) untuk Penyelesaian Konflik Agraria di Aceh.
Walaupun ini merupakan tugas yang berat , Namun kami sangat yakin pak mentri dan Ketua DPRA dapat menyelesaikan persoalan ini. Karena mereka memiliki latar belakang sama yaitu sama sama sebagai eks panglima .
Jika kemudian Mentri BPN /ATR Agraria dan Ketua DPRA tidak segera menyelesaikan persoalan ini kita patut mempertanyakan sejauh mana jiwa nasionalisme dalam melindungi Rakyat dan memperjuangkan Hak – Hak Rakyat dalam hidup berbangsa dan bernegara.
Berita Lainnya
Semua BeritaIkuti Kami
Berita Terkini
Indeks Berita
Dari Audit ke Kado: LANA Pertanyakan Perubahan Sikap Bupati Tarmizi terhadap PT Mifa
ACEH BARAT — Perubahan sikap Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terhadap PT Mifa Bersaudara kembali menjadi sorotan. Jika sebelumnya PT Mifa menjadi salah satu perusahaan…
Langgar aturan sejumlah Operator sekolah Simeulue berstatus ASN diduga kuat gunakan nama orang lain didapodik untuk dapatkan Insentif Dana BOS
Operator sekolah atau OPS merupakan tenaga administrasi di satuan pendidikan yang bertanggung jawab sebagai pengelola, penginput, dan penanggung jawab utama data serta sistem informasi…
Dugaan Pemotongan Gaji Oleh PT.Fasha Putera Perkasa Korban Resmi melapor ke Disnaker
Aceh,mataaceh-backup.com, Seorang karyawan swasta di Nagan Raya, PT.Fasha Putera Perkasa, mengadukan dugaan pemotongan gaji sepihak ke Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Nagan Raya. Dia…
Di duga sabotase tindakan PT duaperkasa lestari cara terkait plang informasi kawasan konservasi
Senin 3 Agustus 2016 terpasang plang himbauan dari PT. dua perkasa lestari di pinggiran sungai Krueng semayam desa gunung Samarinda kec Babah rot kab…
Aktivis HAM dan Tim Investigasi: Warga Aceh Timur Jangan Terlena Isu Baitul Mal, Kawal Hak Korban Banjir dan Jadup!
ACEH TIMUR— Di tengah hiruk-pikuk informasi yang beredar, kalangan Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) bersama Tim Investigasi mendesak masyarakat Aceh Timur agar tidak terjebak…






