Lhoksukon – Kisruh hasil pembentukan Panitia Pemilihan Geuchik (P2G) di desa Geudumbak yang dilangsungkan sepihak masih belum usai. Pasca pertemuan dengan asisten I Setdakab Aceh Utara unsur Muspika Langkahan melakukan pertemuan dengan aparatur Gampong Geudumbak, hasilnya tidak ada titik temu atau deadlock.
Dalam pertemuan yang dilangsungkan di kantor Camat Langkahan, Kamis kemarin (13/1/22), dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan, Muzakir SE mewakili Camat, Ramli Jazuli, SE dan Kapolsek Langkahan, IPTU Erwinsyah Putra serta Danramil 29/Langkahan, Kapten Inf Fakhrizal.
Dari pihak Desa Geudumbak dihadiri ketua dan anggota Tuha Peut, Pj Geuchik dan aparatur Gampong lainnya.
Setcam Langkahan, Muzakir yang dihubungi melalui sambungan telpon, Jumat (14/1) mengatakan pihaknya mengupayakan mediasi, sesuai permintaan kuasa hukum tuha peut yakni LBH Iskandar Muda Aceh.
“Hasil pertemuan dengan asisten I dan sesuai permintaan LIMA untuk dilakukan mediasi maka pertemuan kemarin dilaksanakan. Sebenarnya sudah diagendakan pekan lalu, tapi karena banjir baru bisa kita laksanakan kemarin” kata Muzakir.
Dalam pertemuan itu, kata Muzakir, pihaknya meminta persoalan kisruh pasca rapat pembentukan P2G di Geudumbak agar disudahi saja.
“Kita berharap untuk tidak melakukan langkah dan upaya hukum lainnya. Kita mengajak fokus pada membangun desa. Namun mereka menjawab akan berkonsultasi dulu dengan warga di Geudumbak” ujar Muzakir.
Ketika didesak tindakan yang diambil pimpinan terkait upaya menghasut oleh salah seorang pejabat di Kecamatan Langkahan, Muzakir mengaku tidak mengetahui.
Alih-alih menjawab pertanyaan pewarta, Muzakir malah menyampaikan upaya melakukan rekaman tanpa izin bertentangan dengan azas hukum.
Ketika dicecar bahwa rapat terselubung dengan kalimat bernada hasutan dan skenario melengserkan Tuha Peut dilakukan di tempat umum dan dihadiri oleh 5 orang serta keterikatan oknum tersebut sebagai pejabat publik, setcam ini kembali berdalih tidak mengetahui.
“Saya tidak tahu, karena saya baru dilantik sebagai setcam. Kan harus kita dengarkan dulu rekaman, apa betul dalam rekaman orang yang dimaksud. Tapi apa tindakan pimpinan saya tidak tahu” ujarnya.
Sementara Sekretaris Tuha Peut Geudumbak, Mawardi menyebut tidak ada hasil apa-apa dalam pertemuan kemarin.
“Tidak ada hasil apa-apa, karena camat pun tidak ikut pertemuan dengan alasan ada agenda di kantor Bupati. Kalau benar ada acara disana, untuk apa mengundang kami ke pertemuan kemarin. Ini awal mula kisruh kan karena Camat yang menghadiri dan mengakui rapat yang kami tidak ketahui itu. Seharusnya pak Camat lebih bertanggung jawab dalam menyelesaikan masalah yang ia ketahui” ujar Mawardi. (RF)
Berita Lainnya
Semua BeritaIkuti Kami
Berita Terkini
Indeks Berita
Dari Audit ke Kado: LANA Pertanyakan Perubahan Sikap Bupati Tarmizi terhadap PT Mifa
ACEH BARAT — Perubahan sikap Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terhadap PT Mifa Bersaudara kembali menjadi sorotan. Jika sebelumnya PT Mifa menjadi salah satu perusahaan…
Langgar aturan sejumlah Operator sekolah Simeulue berstatus ASN diduga kuat gunakan nama orang lain didapodik untuk dapatkan Insentif Dana BOS
Operator sekolah atau OPS merupakan tenaga administrasi di satuan pendidikan yang bertanggung jawab sebagai pengelola, penginput, dan penanggung jawab utama data serta sistem informasi…
Dugaan Pemotongan Gaji Oleh PT.Fasha Putera Perkasa Korban Resmi melapor ke Disnaker
Aceh,mataaceh-backup.com, Seorang karyawan swasta di Nagan Raya, PT.Fasha Putera Perkasa, mengadukan dugaan pemotongan gaji sepihak ke Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Nagan Raya. Dia…
Di duga sabotase tindakan PT duaperkasa lestari cara terkait plang informasi kawasan konservasi
Senin 3 Agustus 2016 terpasang plang himbauan dari PT. dua perkasa lestari di pinggiran sungai Krueng semayam desa gunung Samarinda kec Babah rot kab…
Aktivis HAM dan Tim Investigasi: Warga Aceh Timur Jangan Terlena Isu Baitul Mal, Kawal Hak Korban Banjir dan Jadup!
ACEH TIMUR— Di tengah hiruk-pikuk informasi yang beredar, kalangan Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) bersama Tim Investigasi mendesak masyarakat Aceh Timur agar tidak terjebak…






